Kepada para fans Angry Birds, janganlah panik dahulu, Angry Birds tidak diplagiat oleh orang Indonesia. Namun, begitulah kira-kira yang diinginkan oleh Peter Vesterbacka, pencipta Angry Birds, saat menjelaskan tentang Angry Birds versi Indonesia.
Akhir pekan kemarin, Peter Vesterbacka mendarat di Jakarta sebagai bagian dari persiapan dari event special launching Angry Birds versi Facebook yang akan berlangsung pada tanggal 14 Februari nanti. Dalam kesempatan itu, ia juga sedang mencari tahu dan mempelajari seperti apakah jika Angry Birds dibuat dalam versi Indonesia, melihat kesuksesan Angry Birds versi Cina yang sudah dirilis sebelumnya.
Ia mengatakan banyak masukan tentang Angry Birds versi Indonesia yang ia dapatkan. Mulai dari karakter birds yang ditambahi imej burung Garuda, lawan yang berupa komodo, sampai stage-stage berupa candi, maupun kostum-kostum beraromakan batik. Hanya saja, semua itu masih belum dapat dipastikan karena pada saat ini Nokia sendiri masih merahasiakan bentuk kerja sama apakah yang akan dilakukannya bersama Rovio (Pembuat Angry Birds) dan developer lokal.
Pilihan akan Indonesia memang cukup berkesan, dan salah satunya disebabkan oleh jumlah pengguna Facebook yang sangat banyak, menjadikan Indonesia sebagai target konsumen yang sangat penting. Walaupun kemungkinan akan pembajakan tinggi, namun Peter Vesterbacka tidak terlalu khawatir akan kerugian tersebut karena penjualan produk Angry Birds itu sendiri dilakukan dengan cara lisensi. Namun begitu, ia kembali mengingatkan bahwa untuk berhasil yang dibutuhkan bukan hanya sekedar teknis, namun juga diperlukan kombinasi dari branding dan marketing. Produk ini tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan salah satunya saja.

ada lagi ga ya event spt ini?
BalasHapus